11.52PM. Ngobrol sama Tuhan.
BUZZ!!!
BUZZ!!!
Waktu udah gak tau mau gimana lagi.
Menangis.
Di telinga selalu saja punya rasa dan konotasi yang negatif.
Selalu saja berkaitan erat dengan duka, prahara, nestapa, musibah.
Ketika merasa gagal...kita menangis. Sebagai pembenaran sebuah kekecewaan.
Ketika dikhianati...kita menangis. Sebagai pembelaan kemarahan yang tidak terluapkan.
Benarkah begitu?
Kalau kita menelisik secara biologis ke organ kita bernama mata.
Ada jutaan syaraf yang Tuhan ciptakan di dalamnya.
Termasuk sepasang kelenjar air mata.
Saya tidak mengerti bagaimana kelenjar air mata bekerja.
Apakah betul-betul ada syaraf halus yang menghubungkannya dengan hati kita?
Dengan naluri kita sebagai 'human being'?
Sering sekali saya mendengar...
"Kamu gak boleh nangis...kamu kan laki-laki! Malu dong ah!"
Berapa banyak anak, terutama di Indonesia, yang 'terpasung' nalurinya...hanya karena dia laki-laki?
Menangis dianggap memalukan, di tengah perasaan mereka yang memilukan.
Hmmm...adakah hubungannya menangis dengan gender?
Lalu kenapa menangis selalu 'halal-halal saja' untuk kaum perempuan, namun tidak untuk laki-laki?
Setahu saya tidak ada syarat halus yang menghubungkan kelenjar air mata dengan alat kelamin.
Teman saya, laki-laki dewasa, tiba-tiba ingin menangis karena rindu anaknya.
Salahkah?
Teman saya yang lain, laki-laki dewasa, mendadak mau nangis karena saking senengnya punya mobil baru.
Salahkah?
Buat saya...
Menangis adalah ekspresi paling wajar dan humanis dari setiap manusia.
Seseorang pernah berkata ketika saya menangis... "Nggak apa-apa Rahma...nangis aja. Itu akan membuat kamu menjadi manusia yang sebenar-benarnya."
Bayangkan bagaimana Tuhan merencanakan sebuah benda liquid bernama airmata.
Nestapa dan bahagia, pada akhirnya memiliki sebuah luapan ekspresi yang serupa.
Apa artinya?
Mungkin begini...there's a thin line between pain and joy.
Bahagia dan prahara bisa berubah kapan saja Tuhan mau.
Bukankah Dia selalu punya cara untuk menunjukkan kebesaranNya?
Manusia hanyalah makhluk lemah yang juga dimuliakanNya.
Sampai sekarang saya setuju, menangis adalah anugerah.
Yang membedakan kita dengan makhlukNya yang lain.
Bahwa kita....punya rasa.
Dan airmata adalah wujud kelemahan, sekaligus kemuliaan manusia.
(Saya mulai berbisik dalam hati sambil tersenyum: Maha Besar Engkau, Tuhan...)
Read more...Seringkali saya berjalan menyusuri lorong-lorong pemukiman kumuh di Jakarta. Gang-gang becek, MCK umum dengan sanitasi seadanya, anak-anak yang berkeliaran tanpa alas kaki, pedagang makanan yang meraup uang kertas dengan tangan yang sama, bau pesing di sudut pagar, sampai mencuci piring di aliran sungai yang sama dengan pembuangan tinja.
Jujur, saya senang sekali bersosialisasi dengan masyarakat rural ataupun penduduk urban yang terpuruk di daerah kumuh. Beberapa hari tinggal di pemukiman padat di sana membuat saya mengerti bagaimana mereka menghadapi hidup, bermasyarakat, berinteraksi, dan berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Mereka terbiasa berteriak, berucap kata kotor, vulgar, cenderung menyerang, dan sedikit agresif. Sedikit saja ada wanita cantik yang lewat, dapat dipastikan ada celetukan-celetukan nakal yang terlontar. Eksploitasi seks secara verbal adalah hal biasa. Tongkrongan perjudian, dangdut koplo, dan mabuk adalah bagian hidup.
Wanita berpakaian daster dan keluar rumah adalah lumrah. Anak kecil berjalan tanpa alas kaki adalah wajar. Mencukur bulu ketiak di depan pintu rumah adalah biasa. Menjemur pakaian dalam di depan rumah bukan hal yang tabu. Berhutang ke tukang sayur yang tiap pagi lewat adalah lumrah.
Menjadi miskin adalah bukan pilihan. Jika bisa memilih, tentu saja mereka dengan senang hati memilih tinggal di komplek Pondok Indah, beralaskan lantai marmer dan setiap hari kulit dimanjakan udara dari Air Conditioner. Makan siang di Burger King, lalu Sushi Tei menanti untuk makan malam. Tapi menjadi miskin bukan pilihan. Saya mengerti itu. Menjadi kasar bukan pilihan. Menjadi jorok juga bukan pilihan.
Adalah keterpaksaan yang akan menjadi alasan. Adalah beban hidup dan ekonomi yang akan menjadi sebuah deskripsi akan sebuah pertanyaan. Adalah sebuah garis hidup yang akan menjadi metafora sebuah takdir.
Saya tinggal di sana beberapa hari juga bukan tanpa alasan. Adalah rasa bersyukur yang harusnya muncul kalau malam ini saya masih bisa tidur nyenyak di atas kasur spring bed empuk ditemani sellimut pink tebal lembut dan dinginnya air conditioner. Adalah rasa terima kasih tanpa batas yang harusnya muncul kalau besok pagi saya masih bisa ngopi dan nyicipin cheese quiche di Starbucks, sementara di luar sana...untuk melawan lapar dan lambung yang berteriak saja harus mengais, menunggu limbah dari pintu belakang restoran.
Ketika melihat ke atas...saya berharap. Ketika melihat ke bawah...saya bersyukur.
Adalah sebuah keberuntungan jika sekarang saya tetap menjadi manusia biasa yang menikmati hidup dalam keseimbangan.
Saya menikmati waktu saya di angkot yang panas sesak dan di pesawat yang dingin dan mewah, saya menikmati makan siang saya di warteg dan di Burger King, saya menikmati sepatu 20ribuan pinggir jalan dan adidas classic kesayangan, saya menikmati perjalanan ke daerah kumuh di jakarta dan keluar negeri, saya menikmati tshirt 12ribuan di pinggir malioboro dan hangten dari singapore, saya menikmati bermain dengan anak kecil di pinggir kali ciliwung, saya menikmati hangout dengan teman di supermall, saya menikmati teknologi gadget apple dan internet, tapi saya tidak boleh lupa bagaimana dulu saya mengerti 'qwerty' saat mengenal mesin ketik.
Saya mengerti, menjadi miskin adalah bukan pilihan. Tuhan menciptakan kemiskinan juga bukan tanpa alasan. Saya yakin semua ada perhitungan yang Maha Tepat. Adalah rasa BERSYUKUR yang akan menjadi raja justru ketika naluri ekonomi manusia tidak terpenuhi dengan sempurna. Itu saja.
Read more...
Siapa manusia paling bahagia?
Jawabnya aku, kamu, dia, mereka, atau bahkan kita.
Please share your answer on: rahma.grafis@gmail.com, or twit me on: @rahmacihuy
Let's join and be the happiest!
Mari bicara ketidakberuntungan.
Mari bicara ketidaksempurnaan.
Kanker darah.
Tidak sesederhana flu atau demam berdarah.
Emil Panji Anggoro.
Entah siapa dia, apa dia, dan dari mana datangnya.
Setidaknya, buatku EMIL bukan seseorang yang lemah karena ketidaksempurnaannya.
Tekad, semangat hidup, dan gairah berkarya nya membuatnya terus hidup.
Begitu teman-temannya berkata.
EMIL adalah energi.
EMIL adalah gairah.
EMIL adalah cinta.
EMIL adalah media...
Tempat aku, kamu, dan mereka berbagi.
Apa saja.
Pikiran. Tenaga. Upaya. Rasa.
Selama bumi manusia masih kita pijak...toh darah akan tetap mengalir.
Aku harus bergerak untuk mereka.
Walau sekecil apapun gerakku ...
Itu akan membuat aku dan mereka hidup.
Aku tidak menantang Tuhan atas nyawa seseorang.
Aku hanya sedang bernegosiasi denganNya.
Mengenal leukemia mengajarkan betapa mahalnya hidup.
Mengenal leukemia mengabarkan betapa indahnya detik, menit, dan jam.
Bukan hari, bulan, apalagi tahun.
Mari mengenal.
Mari mendekat.
Mari berbagi.
Mari memberi.
Emil Panji Anggoro hanyalah segelintir.
Let's do something for them.
Please share your charity and donation ideas on:
http://www.emildankamu.com/
http://emilpanji.blogspot.com/
Facebook: emil.panji@yahoo.com
Twitter: @emilpanji
Hari ini makan enak.
Ada nasi dengan rendang. Ada soup. Ada batagor. Ada es buah.
Hari ini kerja nyaman.
Ada imac yg canggih. AC yang dingin. Bangku yang nyaman. TV plasma yang besar.
Hari ini pulang selamat.
Nggak kena badai hujan. Nggak kena bahaya gempa. Nggak kejebak banjir. Nggak keserempet motor lagi.
Hari ini tidur pulas.
Kasur empuk. AC sejuk. Selimut tebal. Bantal wangi.
Kalau masih saja ada keluhan dan komplain...
Sepertinya saya harus terus merunduk malu ke Tuhan.
Bersiap untuk ujian berikutnya.
Sampai saya mengerti.
Berapa banyak orang di luar sana yang nggak kenal ENAK, NYAMAN, SELAMAT, dan PULAS hari ini.
Read more...



Jangan pernah memasung, apalagi membunuh pendapat siapapun.





Read more...
Aku ingin...berjalan secepat mungkin ke cita-cita ku.
JAKARTA





Hehehe....akhirrrrnyaaa...kesampaian juga foto-foto di Tugu Jogjakarta.
Aku adalah aku.




Read more...
Jumat yang aneh....

Ini dia wajah-wajah tim gue dari yang bos sampe buruh...randommm!!!
We really love this cap! hehehe....
Dua hari lalu adalah hari ulang tahun saya.
Sore tadi, gue dpt mobile short message di YM dari Arga - temen gue jauh di Jogja sana.
Salah satu temen gue begitu rajin menulis status di Facebook nya.
Di tengah-tengah kericuhan deadline, berita tidak mengenakkan melanda tim gue.
© Free Blogger Templates Blogger Theme II by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP